Sinergi IAIN Gorontalo dan Pemkab Tojo Una-Una: Dorong Digitalisasi dan Sertifikasi Halal Hasil Bumi di Desa Labuan
TOJO UNA-UNA – Upaya penguatan ekonomi masyarakat di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) terus digenjot. Pada Kamis (28/12/2023), dosen dan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una menggelar program pengabdian masyarakat di Desa Labuan, Sulawesi Tengah, guna mendorong digitalisasi dan sertifikasi halal hasil bumi lokal.
Program yang difokuskan pada “Digitalisasi Produktivitas Hasil Bumi Bersertifikasi” ini diinisiasi oleh pakar Hukum Keluarga Islam (HKI) IAIN Sultan Amai Gorontalo, Muhammad Syakir Al Kautsar, S.H.I., M.H. Kegiatan ini turut menggandeng Lembaga Halal Kementerian Agama dan Pemerintah Desa setempat.
Integrasi Hukum Syariat dan Ekonomi Kerakyatan
Menurut Syakir, ketahanan ekonomi keluarga di pedesaan sangat bergantung pada seberapa besar nilai tambah dari produk yang mereka hasilkan. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar mengejar tren teknologi.
“Digitalisasi bukan sekadar teknis pemasaran, tapi merupakan bentuk perlindungan terhadap hak ekonomi petani. Dengan adanya sertifikasi halal dan legalitas yang jelas, hasil bumi masyarakat memiliki marwah dan nilai jual yang lebih tinggi di pasar,” ujar Syakir di sela-sela kegiatan.
Tiga Pilar Transformasi Desa Labuan
Untuk merealisasikan tujuan tersebut, tim akademisi menerapkan tiga pilar utama pendampingan bagi masyarakat Desa Labuan:
* Sertifikasi Halal Produk Lokal: Berkolaborasi dengan Lembaga Halal Kemenag untuk memastikan produk turunan hasil panen memenuhi standar syariat dan kesehatan (Toyyiban), sehingga siap menembus sektor industri halal.
* Digitalisasi Pencatatan Hasil Bumi: Mahasiswa turun langsung mendampingi kelompok tani dan perangkat desa untuk mengadopsi sistem pendataan digital. Sistem ini bertujuan memetakan jumlah produksi dan kualitas panen secara akurat.
* Advokasi Kebijakan Desa: Memberikan pendampingan hukum dan administratif dalam menyusun regulasi desa yang berpihak pada keberlanjutan ekonomi berbasis potensi alam.
Membuka Gerbang Pasar Modern dan Ekspor
Inisiatif dari kalangan akademisi ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una. Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur daerah 3T melalui optimalisasi sumber daya manusia dan teknologi tepat guna.
Kepala Desa Labuan mengakui bahwa program ini berhasil membuka wawasan warganya yang selama ini terbiasa dengan pola pertanian konvensional.
“Selama ini kami hanya menjual apa adanya. Sekarang, kami sadar bahwa sertifikasi halal dan pencatatan digital adalah kunci agar hasil bumi kami bisa masuk ke toko modern maupun pasar ekspor,” ungkap Kepala Desa Labuan.
Langkah konkret di penghujung tahun 2023 ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat. Ke depannya, Desa Labuan diproyeksikan siap menjadi sentra hasil bumi bersertifikasi unggulan di Sulawesi Tengah.

